Teater Nusantara…

Teater Nuasantara adalah teater yang tumbuh dan berkembang di wilayah nusantara. Teater Nuasantara melingkupi teater daerah atau teater tradisional. Jadi, teater Nuasantara terdiri dari teater daerah atau teater tradisional dan teatrer nontradisional. Perbedaan teater tradisisonal dan terater non tradisional terletak pada keterkaitannya dengan aturan tradisi.teater tradisisonal umumnya masih terikat pada aturan-aturan tradisi daerah masing-masing. Aturan-aturan daerah itu,misalnya dalam kostum pemainnya, tata panggung, jalinan lakonnya, jumlah pemainnya, dan sebagainya. Sementara, teater non tradisional telah membebaskan diri dari ikatan-ikatan tradisi tersebut.

teater tradisional atau daerah, antara lain randai dari minangkabau, wayang orang dari jawa, ketoprak dari jawa, topeng banjt dari jawa barat, dan mamanda dari Kalimantan selatan.

Adapun contoh dati teater non tradisional antara lain mega-mega dan kapai-kapai, karya Arifin C. Noer Lho, aduh, dan Dag Dig Dug karya putu Wijaya, lakon berjudul isyu yang dimaninkan oleh teater gandrik serta menunggu godod dan panembahan reksa, karya WS. Rendra.

Masa perkembangan teater non tradisional di Indonesia dapat dibagi sebagai berikut :

1.    Periode Opera Abdul Muluk

2.    Periode pembenihan pertama (1891)

3.    Periode pembenihan (1926)

4.    Periode Kebangkitan (1926-1942)

5.    Periode pembangunan (1942-1945)

6.    Periode awal perkembangan (1945-1960)

7.    Periode produktif (1955-1965)

8.    Periode Kontemporer( 1965- kini )

 

Sumber : buku paket Seni Budaya…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s