Sejarah pengukuran kelajuan cahaya

Kelajuan cahaya telah sering di ukur oleh ahli Fisika. Pengukuran awal yang paling baik dilakukan oleh Olaus Roemer ( ahli fisika Denmark), pada 1976. Beliau menciptakan kaedah mengukur kelajuan cahaya. Beliau mendapati dan telah mencatatkan penggerakan planet saturnus dan satu dari bulannya dengan menggunakan teleskop. Rolmer mendapati bahwa bulan tersebut mengorbit saturnus sekali setiap 42 setengah jam. Masalahnya adalah apabila bumi dan saturnus berjauhan, perputaran orbit bulan tersebut keliatan bertambah. Ini menunjukan cahaya  memerlukan waktu lebih lama untuk sampai ke bumi.dengan kelajuan cahaya dapat diperhitungkan dengan menganalisa jarak antara planet pada  masa-masa tertentu. Roemer  mencapai kejauhan 227.000 kilometer persekon.

Albert A. Michelson memperbaiki hasil kerja Roemer pada tahun 1926. Dia menggunakan  cermin berputar untuk mengukur waktu yang diambil cahaya untuk pergi balik dari Gunung Wilson ke gunung San Antonio California. Ukuran jitu menghasilkan kelajuan 299.796 kilometer/sekon. Dalam penggunaan sehari-hari, jumlah ini dibulatkan menjadi 300.000 kilometer/ sekon.

 

Sumber : buku paket IPA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s