Analisis Jurnal 1-1

Tema : Kinerja Karyawan

Judul : PENGARUH FAKTOR-FAKTOR KEPUASAN KERJA

TERHADAP KINERJA KARYAWAN PUSAT PENDIDIKAN

KOMPUTER AKUNTANSI IMKA Dl SURAKARTA

Pengarang : Parwanto

Wahyuddin

Tahun : –

 

  1. Latar Belakang Masalah

Perusahaan yang siap berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif.  Untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam manajemen yang efektif memerlukan  dukungan karyawan yang cakap dan kompeten di bidangnya. Di sisi lain pembinaan  para karyawan termasuk yang harus diutamakan sebagai aset utama perusahaan.  Proses belajar harus menjadi budaya perusahaan sehingga keterampilan para karyawan  dapat dipelihara, bahkan dapat ditingkatkan. Dalam  hal ini loyalitas karyawan yang  kompeten harus diperhatikan.  Karyawan yang memiliki sikap perjuangan, pengabdian, disiplin, dan  kemampuan profesional sangat mungkin mempunyai prestasi kerja dalam  melaksanakan tugas sehingga lebih berdaya guna dan  berhasil guna. Karyawan yang  profesional dapat diartikan sebagai sebuah pandangan untuk selalu perpikir, kerja keras, bekerja sepenuh waktu, disiplin, jujur, loyalitas tinggi, dan penuh dedikasi demi untuk  keberhasilan pekerjaannya.

 

  1. Perumusan Masalah
  1. Apakah factor  kepuasan mempengaruhi kinerja karyawan ?
  2. Apakah teori kepuasan dapat di terangkan menurut 3 macam teori dapat mempengaruhi kinerja karyawan ?

 

  1. Tujuan penelitian
  1. untuk mengetahui faktor-faktor kepuasan kerja itu  pengaruhnya terhadap kinerja karyawannya.
  2. untuk mengukur kepuasan kerja seseorang dengan menghitung selisih antara apa yang seharusnya dengan kenyataan yang dirasakan.

 

  1. METODE PENELITIAN

Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang  mempengaruhi kepuasan kerja sebagai variabel independen yaitu gaji, kepemimpinan, dan sikap rekan sekerja terhadap kinerja karyawan sebagai variabel dependen. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui  pengaruh faktor-faktor kepuasan kerja sebagai variabel independen yaitu gaji, kepemimpinan, dan sikap rekan sekerja terhadap variabel dependen (kinerja karyawan).  Persamaan regresi berganda menurut Sugiyono dan Wibowo (2002: 347) adalah sebagai berikut.

Y   = a + b1X1+ b2X2 + b3X3 + e.

Y   = variabel kinerja.

a   = konstanta regresi berganda.

b1, b2, b3,  = koefisien regresi.

X1  = variabel gaji.

X2   =variabel kepemimpinan.

X3  = variabel sikap rekan sekerja.

e   = error (variabel bebas lain diluar model regresi).

 

 

  1. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor kepuasan kerja yaitu gaji, kepemimpinan,

dan sikap rekan sekerja terhadap kinerja maka digunakan regresi berganda yaitu:

1. Model Regresi OLS (prosedur kuadrat terkecil biasa), dengan pengolahan data

menggunakan program statistik SPSS terlampir, dapat disusun model sebagai

berikut.

Kin = 4,004 + 0,340 gaji + 0,319kepm + 0,009 skp

(2,135)**  (2,067)**  (0,669)

R2   = 0,267  F      = 4,986

Normalitas (JB)    = 8,082

Heteroskedastisitas (LM test)

R2 = 0,178

2. Model regresi LPM (Linier Probability Model) dari hasil pengolahan data dengan

menggunakan program SPSS, diperoleh hasil sebagaimana dapat dilihat pada

rumusan fungsi regresi sebagai berikut.

Kin = -602+0,002 Gaji+0,004 Kepm+0,006 Sikp

(1,578) (2,348)** (4,108)***

R2 =  99,5%

F  = 2812,102

( )  = menunjukkan thitung

***  = signifikan pada taraf uj i 1 %

**  = signifikan pada taraf uji 5 %

Berdasarkan hasil uji tanda baik dengan metode OLS  maupun LPM  menunjukkan bahwa seluruh nilai b adalah positif. Artinya, menunjukkan bahwa hubungan semua aspek kepuasan kerja dan kinerja searah, yaitu setiap peningkatan kepuasan kerja akan meningkatkan kinerja pula.  Uji signifikansi secara parsial (Uji-t), yaitu untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan masing-masing variabel. Hasil  print out program SPSS dengan motode OLS diperoleh nilai signifikansi gaji (X1) = 0,039, kepemimpinan (X2) = 0,045, dan sikap rekan sekerja (X3) = 0,507, dengan tingkat keyakinan 95 % atau α = 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh  yang signifikan antara variabel bebas gaji (X1) dan kepemimpinan (X2) terhadap kinerja, sedangkan variabel sikap rekan sekerja (X3) tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat kinerja (Y).  Adapun pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu kinerja adalah gaji (b1) = 0,340; kepemimpinan (b2) = 0,319; dan sikap rekan sekerja (b2) = 0,009. Berdasarkan besaran nilai b ketiga koefisien regresi tersebut dapat diketahui bahwa variabel yang paling dominan pengaruhnya adalah variabel gaji dengan nilai b1 = 0,340.  Sebaliknya, jika dengan metode LPM terdapat perubahan yaitu diperoleh nilai signifikansi gaji (X1) = 0,1 12; kepemimpinan (X2) = 0,024; dan sikap rekan sekerja (X3) = 0,000 dengan tingkat keyakinan 99 % atau α = 0,01. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas sikap rekan sekerja (X2) terhadap kinerja pada tingkat keyakinan 95% atau α = 0,05. Hasil ini menggambarkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas kepemimpinan (X2) terhadap kinerja, sedangkan variabel gaji (X1) tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel kinerja (Y).  Adapun besarnya pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu kinerja dengan metode OLS adalah gaji (b1) = 0,340; kepemimpinan (b2)= 0,319; dan sikap rekan sekerja (b3) = 0,009. Besaran nilai b ketiga koefisien regresi tersebut dapat diketahui bahwa variabel yang paling dominan pengaruhnya adalah variabel gaji dengan nilai b1= 0,340; sedangkan dengan motode LPM terdapat perubahan yaitu variabel gaji (b1) = 0,002; kepemimpinan (b2) = 0,004; dan sikap rekan sekerja (b3) = 0,006. Besaran nilai b ketiga koefisien regresi tersebut dapat diketahui bahwa variabel yang paling

dominan pengaruhnya adalah menjadi variabel sikap rekan sekerja dengan nilai

b3 sebesar 0,006.

 

F. Kesimpulan dan Saran

1. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data di atas, dapat ditarik menjadi beberapa

simpulan sebagai berikut:

a. Faktor kepuasan kerja, gaji, kepemimpinan, dan sikap rekan sekerja mempunyai

pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan.

b. Sikap rekan sekerja merupakan faktor kepuasan kerja yang mempunyai pengaruh

paling dominan besar dibandingkan variabel lain terhadap kinerja.

c. Faktor kepuasan kerja, gaji, kepemimpinan, dan sikap rekan sekerja dapat

menjelaskan variasi kinerja karyawan sebesar 99,5 % sedangkan sisanya 0,5 %

dijelaskan oleh faktor kepuasan kerja lain di luar model.

2. Saran

Menurut hasil penelitian di atas, disarankan kepada perusahaan agar:

a. Gaji didudukkan sebagai salah satu faktor kepuasan kerja untuk meningkatkan

kinerja karyawan dan berpengaruh secara signifikan  terhadap pemenuhan

kebutuhan biaya hidup sehingga perlu dipikirkan adanya kenaikan gaji berkala

kepada para karyawan.

b. Pimpinan hendaknya berusaha untuk memberikan perhatian berupa penghargaan.

Penghargaan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu

pujian atas prestasi

 

Sumber :  Sumber : http://eprints.ums.ac.id/144/1/PARWANTO.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s